awalan
perahu
retak terdiam tak berayun diramainya gemericik
matahari
yang mulai pamit seakan memberi nuansa kuning dalam warna mata memandang
pena
siapa yang menitihkan kesempurnaan sebuah arti?
diketulusan
janji sebuah pasir membentuk botol laksana betapa gagahnya sang penakluk perahu
dengan botol ditangan kanannya.
pernah
membuat sebuah wacana, jikalau kehadiran akan memberikan kehancuran.
ada yang
bertanya, itu wacana siapa?
berdimensi
waktu lama untuk menulusuri keberadaan damparan perahu itu.
sekarang
malam, bukanlah senja yang bisa melukiskan sebuah siluet warna.
apakah
dengan keberadaan malam semua berakhir sia-sia?
apakah
tak ada jalan lain untuk membuat siluet
apakah
penantian menuju siluet pagi dapat berarti hingga nanti semua berbuah hati.
yang
pasti
rasa
semakin menyiksa
bahwa
jari-jari ini tak lagi bersemayam
dijeruji
janji.
air
matamu menjadikan cerita ini semakin hidup
dan,
tawamu sangat memberi warna di cerita ini
karena..,..
kamulah
salah satu tokoh disini.
rasa
trima kasihpun tak bisa memberi gambaran betapa indah
kamu
untuk di jadikan sebuah alur cerita.

Komentar
Posting Komentar